Thursday, June 4, 2009

manohara dan realitas perlindung WNI di luar negeri

yes akhirnya kesampean juga merealisasikan unek-unek gue tentang kinerja deplu kita. orang tua gue sudah pernah berkecimpung dengan dunia deplu dan kita bisa memahami bagaimana perjuangan Manohara agar bisa lepas dari tangan psycho di kelantan itu..... Ok jangan terjebak dengan dikotomi mana benar mana salah, apa si manohara perek yang dijual ibunya sekaligus merangkap germonya yang lantas setelah laku minta di balikin lagi tanpa refund? atau manohara korban KDRT dari pria yang Psycho bernama tengku FUCK-RY yang kebetulan aja anak raja di malaysia (negara yang ngakunya modern tapi masih feodal zholim)? yah terlepas siapa yang benar dan salah, akan tetapi kisah itu ternyata membawa angin busuk bagi departemen luar negeri kita khususnya kedutaan RI untuk malaysia dan singapura.

as much as i willing to see the other country.... amit-amit kalo gue kena masalah di luar negeri... karena kenapa ... dimata para penghuni kedutaan RI yang digaji dolar kita hanya pembawa masalah dan penambah kerjaan yang kebetulan nyawanya murah.... menolong kita hanya buang -buang waktu.

balik ke kisah si Manohara lagi. ketika bebas manohara cuap-cuap soal lamban dan tidak pedulinya Pihak Kedutaan RI (KBRI) di malaysia yang di pimpin oleh Da'i bachtiar akan nasib si Mano. dan bahkan si manohara bilang bahwa ada staff KBRI yang disuap sehingga mereka terkesan "membiarkan" penyekapan itu terjadi. bahkan di Singapura pun terjadi hal serupa. dengan santainya kedutaan RI di singapura berkata bahwa hari itu hari libur dan disana tidak ada orang... WTF... I know... padahal si manohara sudah teriak-teriak minta tolong kayak orang gila dihotel sana. akhirnya manohara menelpon kedutaan Amerika Serikat (karena dia dual nationality (belum 18 tahun) dan dalam sekejap pihak dari dubes AS di singapure sudah ada disana untuk membantu manohara.

kontan si pak Da'i bachtiar si punggawanya KBRI Malaysia mencak-mencak tidak terima, bahkan akan mensomasi manohara atas statement yang dia ucapkan di berbagai media. dia menganggap bahwa manohara menyebarkan kabar bohong dan menyatakan bahwa Pihaknya sudah menyurati Pihak kerjaan kelantan, akan tetapi karena kesibukan raja kelantan maka pihak kerajaan belum mau menerima kedatangan pihak KBRI...

mari kita analisis fakta-fakta yang ada diatas

manohara baru 16 tahun ketika di nikahkan jelas bahwa dia masih belum cukup dewasa saat ini secara mental walaupun tubuhnya bohay samlohai, semok padat berisi dan bongsor... hmm yummmy banget deh. tapi dia belum bisa berpikir secara dewasa. wajar kalau dia merasa marah secara sporadis ketika dia butuh bantuan, pihak yang berdasarkan UU dan kontitusi negara seharusnya membantu dia malah membiarkan dia disekap dan di siksa.

pihak KBRI menganggap kalau mengirim surat ke si raja setan itu eh sori raja kelantan maka tugas KBRI selesai dan menganggap bola ada ditang raja setan .... eh salah lagi maksudnya raja kelantan. tidak ada niat untuk mem follow up, mempush, atau mencegat si raja di tengah jalan supaya kita bisa dengan segera menemui warga negara kita disana. toh malah tunduk ayam dengan si raja, padahal dai bachtiar sebagai DUTA BESAR adalah wakil dari PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA... dan dia menganggap kesibukan raja lebih penting dari pada menemui per wujudan presiden RI di malaysia. dengan kata lain si Da'i ini sudah melecehkan profesinya, presidennya dan negaranya karena tunduk sama kemaluan eh sori, kemauan si raja setan (aduh salah ampe tiga kali, maksudnya raja kelantan).

KBRI Singapura juga parah, hari ini hari libur jadi tidak ada orang yang bisa membantu. jadi kalo kita kena masalah, kita harus menyesuaikan diri kita dengan jadwal hari kerja dari jam 9 sampai jam 5 sore (itupun kalo KBRInya profesional, kalo kaye temen-2nya PNS dijakarta dan sekitarnya yang masuk jam 9 pulang jam 12 gimana coba?). ingat pak jutaan dolar yang dikeluarkan Pemerintah RI dari PAJAK YANG DIBAYAR MASYARAKAT untuk KBRI diseluruh dunia setiap bulannya adalh untuk melindungi WNI kita selama 24 jam sehari 7 hari seminggu yang ada di bawah yuridiksinya. masa kalah sama kedubes AS. yang udah nolongin duluan.

dari realitas diatas kebayang, kalo Manohara yang warga kelas atas, cantik, bohay , putih mulus, menggairahkan, lucu, imut, masih ABG kayak gitu aja ngga di peduliin sama KBRI kita, bagaimana denga buruh migrant kita (TKI) yang cuma buruh, masuknya ilegal, miskin, item, mukanya jelek, keringetnya bau dang ngga menggairahkan sama sekali... kira-kira KBRI kita masih peduli dengan nasib mereka. jawabannya ya liat aja... udah banyak TKI yang di perkosa di bunuh, di siksa bahkan dihukum mati di negeri orang. udah banyak tki yang meninggal karena buruknya Safety di perusahaannya tanpa advokasi dari pihak KBRI untuk menyelediki penyebabnya dan menyeret yang bertanggung jawab ke muka hukum.

budaya anti kritik dan merasa bener sendiri masih kental di jiwa para pegawai KBRI. contohnya si Da'i yang emosi luar biasa ketika dibilang ngga perform sama anak umur 17 tahun.... apakah dia ngga tau malu...

kayaknya bisa batal nyontreng lanjutkan neh kalo hal-hal kayak gini ngga bisa di berantas dan tetap dilanjutkan.....

siapapun yang benar atau salah dalam kasus manohara, kerajaan setan dan KBRI ..... tidak dapat kita pungkiri bahwa perlindungan WARGA NEGARA INDONESIA di luar negeri sangat lah buruk... dimana nyawa kita, kehormatan kita, dan martabat kita dihargai sangat murah oleh orang asing, pemerintah negara asing dan pemerintah Indonesia sendiri.....

duka ku untuk Indonesiaku, negeri yang sudah kehilangan cintaku untuknya.

Gusur

2 comments:

  1. thanks for the story
    Alhamdulillah kalo gue belom kehilangan cinta gue terhadap NKRI, mungkin karena had been away from it for years.

    ReplyDelete
  2. Wahaha.. pergilah kalau begitu! Gak cinta kok masih napas n nginjek kaki di sini?! Cinta gue msh ada, karna itu b'tahan and start to change it. Bukankah ini saatnya generasi kita yg b'gerak? *beuh,hehe.. komen gue jgn dikomenin lagi ya! Cukup dibenarkan :D

    ReplyDelete