Kali ini om Gusur akan berkisah tentang Misteri KOLOR IJO….. bukan tentang kolor ijo yang heboh di beritakan beberapa tahun yang lalu yang memperkosa Ibu-Ibu tanpa terlihat (ngga terlihat tapi berasa… kaya kentut hihihihihi) tapi tentang kolor ijo sebagai kata benda (noun) yang pernah gue miliki sebelumnya.
Sebelum kita masuk ke fakta cerita, ada beberapa hal mengenai latar belakang yang perlu diketahui oleh para pembaca (halah bahasa gue RRI banget hahaha)
1. Kejadian ini terjadi ketika saya masih kuliah sekitar tahun 2003 akhir atau atau 2004.
2. Agak susah mencari kolor yang layak dan enak dipakai untuk seorang lelaki gagah abnormal seperti saya dan adik saya (abnormal dalam ukuran/size yang lebih besaar disbanding manusia normal di Indonesia)
3. Di kamar saya waktu itu ada kamar mandi dalam dengan gantungan bajunya yang ada.
4. Anak majikan yang malas tidak akan pernah cocok dengan Pembantu yang malas juga.
5. Kakak yang malas juga tidak akan pernah akur dengan adik yang malas juga apalagi mereka berbagi kamar mandi bersama.
Baik sekarang kita akan memasuki kisah ini. Berawal dari susahnya mencari pakainan yang layak buat gue karena masalah size, Karena keterbatasan informasi buat gue waktu itu tentang tempat yang jual ukuran baju agak besar buat gue gue jadi susah mendandani diri gue sendiri. Jadi pada waktu itu ketika gue, adik gue dan nyokap gue pergi ke Bangkok yang merupakan salah satu pusat turis dunia dan banyak bulenya (notabene badannya gede gede aja) kita memutuskan berburu Pakaian… karena turis umunny Cuma nyari kaos, short dan undies yah cuma itu lah yang bisa gue temukan disana. Nah nyokap menemukan satu set kolor yang terbuat dari katun yang tipis dan adem pokoknya enak deh makenya. Karena enak makenya besoknya di borong sama nyokap tuh kolor, ada sekitar satu setengah lusin buat gue dan adik gue (kebetulan ukuran kita sama) kebetulan cuma ada 2 warna, hijau dan merah marun (yang warna ijo lebih banyak dari yang merah).
Tidak ada masalah ketika gue balik ke Jakarta dan bobby balik ke Yangon bersama nyokap. Masalah timbul sekitar 2 tahun kemudian ketika bokap balik dari tugasnya di Yangon diakhir 2003. pada waktu itu we share the same room and eventually we share the same dress (including undies) permasalahannya adalah kita terlalu malas untuk memisahkan mana baju gue mana baju bobby. Jadi mana yang ada ditumpukan paling atas, itu yang kita pakai. Budaya malas ini juga kita terapkan di saat mandi. Oke kita sudah lucuti kaos dan celana kita diluar kamar mandi, tapi agak malas melucuti kolor kita di luar kamar mandi, pasti di dalam kamar mandi. Setelah itu kolor tersebut akan digantung di gantungan baju yang ada did alam kamar mandi.
Kolaborasi kemalasan dua kaka beradik ini ternyata juga menulari pembantunya. Waktu itu pembantu rumah kita agak males untuk memeriksa dalam kamar andi apakah ada pakaian yang menggantung di gantungan baju kamar mandi. Alhasil bergantunganlah kolor-kolor ijo itu di kamar mandi dengan harum semerbaknya yang menusuk hidung mengocok perut….
Budaya menggantung kolor ijo di gantungan kamar mandi berubah kala petaka itu datang. Seperti biasa aku mandi pagi dan menggantung kolor ijoku di kamar mandi. Sudah ada 4 kolor ijo yang bentuk dan harumnya seragam. Setelah selesai mandi ku berpakain dengan lengkapnya. Namun entah mengapa ketika sudah mau berangkat ke kampus terasa ada sesuatu yang mengocok perut ku. Tanpa berpikir panjang lagi langsung ku lucuti celana jeans ku dan masuk ke kamar mandi ku lepas kolor ijo ku ku gantung di gantungan baju dan mulai bersemedi di atas kloset.
Entah saking khusyuknya gue bersemedi di atas closet setelah pertapaan usai gue lupa di section mana gue menggantung kolor yang baru itu. Di lihat dari rupa mungkin semuanya sama, serta ngga mungkin kan gue meciumi satu persatu deretan kolor ijo yang ada disana, BISA PINGSAN BERDIRI GUE......
Karena keterbatasan waktu akhirnya gue harus mengambil keputusan… dan seperti kata bos gue dulu.. bad decision is better than no decision... akhirnya gue pilih satu dan gue setelah gue pake langsung menuju kekampus… apakah pilihan gue tepat waktu itu…. It can tell dari lecet di selangkangan gue huhuhuhuhuhu…..
pelajaran yang dapat diambil…. jika menemui kondisi seperti ini lagi.... udah, ambil aja kolor baru dari dalam lemari...………
PISS
GUSUR
Monday, June 8, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
satu kata... HUEKKKKKK.... unTung kita gak satu ukuran,,,hihihihi
ReplyDeleteoooh man
ReplyDeleteada ada aj dah
lantas permasalahan nya ada dimana cobaa-,-