"Dha... kita ini adalah display berjalan, segala perbuatan kita akan dilihat oleh orang lain dan orang lin itu akan menilai apakah kita layak dalam bidang yang sesuai mereka inginkan" yess itu adalah ucapan yang disebutkan oleh bos gue waktu di essence. Mr. M.F.M. he teach me a lot that day hingga akhirnya gue mendapati bahwa gue stag sama dia namun gue harus akui dia memberikan basic yang sangat kuat buat gue sehingga gue jadi seperti ini. salah satu ajarannya waktu itu adalah jangan pernah datang ke bos untuk minta naik gaji, kalo lo punya bos bener maka dia akan naikin gaji lo sesuai kemampuan dan tanggung jawab lo, yes gue ngga pernah minta naik namun sama dia di naikin terus gaji gue walau gue tetep merasa bahwa itu ngga sesuai sama beban tangggung jawab dan kontribusi gue sama perusahaan.
Jangan pernah gunakan resign sebagai alasan untuk minta naik gaji, gue jadi inget waktu gue dulu di bajak untuk masuk ke perusahaan temennya klien gue. "yudha kalo kamu mau gaji kamu sekian juta" dan itu hampir dua kali lipat dari gaji yang gue terima saat itu. gue langsung interview dan esok harinya gue langsung dapet kerjaan itu, sorenya gue tanda tanggan LOA dan langsung besoknya gue ajukan surat resign one month notice. dia cuma manggut-mangut dia tau bahwa gue memang udah merasa tidak nyaman sama suasana perusahaan waktu itu, ada beberapa orang yang menurut gue ngga kompeten duduk di perusahaan dengan jabatan tinggi hanya karena anak temen owner. dan orang2 lain yang terbukti sekarang can do nothing about their role. tapi ada owner yang ngga mau gue pindah. dia sarankan untuk gue ngomong sama bos gue lagi soal kepindahan itu. pas gue ngomong sama dia, dia tawarkan gaji gue naik, dan jawaban gue simple, bapak yang ajarkan saya untuk tidak menggunakan resign sebagai dasar untuk minta naik gaji. dia cuma tersenyum dan diskusi berakhir.
ketika kita dalam posisi salah dan kita di hajar kanan kiri, jangan menangkis dan jangan melawan, just rope a dope, kaya Muhammad Ali lawan George Foreman di negeria waktu itu, kita terima pukalannya dengan mengurangi dampaknya, tunggu sampai mereka lelah dan baru kita keluarkan killer blow. and that what i did, sehingga gue bisa bertahan 2 tahun di perusahaan itu. a big effort and achievment buat gue.
Pinsil yang tumpul akan jauh lebih tajam dibandingkan dengan ingatan manusia, filsafatnya yang dia ucapkan ini luar biasa dalemnya buat gue, karena gue memang orang yang sangaaaaaaaaaaaaat pelupa. walaupun sampai saat ini gue masih sering males nyatet hahahahaha
emas ditaroh dimana aja dia akan tetap jadi emas. dia menjelaskan bahwa jika lo berkualitas ngga peduli lo ada dimana lo akan tetap menjadi rock star as long as you did the best.
ya udah da kalo lo udah mentok. lo taruh aja dulu bebannya dikantor, pulang tanpa beban, tidur atau having fun, besok kalo lo udah seger bebannya lo angkat lagi, sapa tau lo udah bisa dengan ringan menyelesaikan beban itu.... pas gue lagi mentok ngerjain suatu case.
"pak rumah saya jalannya kebanjira, listrik udah mati dan saya ngga bisa kemana-mana, saya hari ini minta izin ya pak karena banjirnya" sms gue waktu jakarta banjir gede, "ok semoga keluarga kamu disana baik-baik saja, saya lagi ngangkatin barang saya ke lantai dua, disini airnya sudah selutut" hahahahaha dia lebih parah lagi...
itu adalah sebagian kenangan berharga yang layak gue kenang waktu sama dia, walaupun banyak kenangan pahit yang udah gue lupakan waktu sama dia. but people change, dia juga ketika dia udah jadi direktur, gue sudah ngga sejalan lagi sama dia makanya gue pindah dan move on. gue merasa bahwa apa yang gue liat di displaynya dia sudah ngga menarik lagi sehingga gue tidak lagi terbujuk untuk bersama dia. namun dari theory sederhana display itu gue belajar untuk membuat orang selalu melihat sisi positif dari gue, walaupun menyenangkan atau memuaskan seluruh orang itu mustahil, tapi setidaknya geu berusaha untuk berbuat terbaik agar orang tertarik dengan display yang ada di diri gue.
just do the best and pray the rest.
GUSUR
Friday, June 5, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment