Tuesday, July 7, 2009

Hell Tour Part 1

ahhhhh sighhhhh... akhirnya ketemu blog gue lagi.... ini adalah bagian satu dari kisah tour Timnas Rugby ke manila di ajang divisi 3 asia 5 nation tournament yang di ikuti oleh filipina, guam, iran dan indonesia. suatu kisah yang sangat menyedihkan dan sangat menyesak-kan... suatu bagian dari sebuah kisah yang mendewasakan dan mencerahkan, walau sedih dan menyesak-kan. sebuah kisah yang diakhiri dengan kekalahan timnas indonesia 23 -3 dari guam dan 48 -13 dari iran dan duduk diposisi buncit divisi tersebut.

mari kita simak pelajaran pertama dari kisah ini. suatu kisah sukses semuanya dia awali dengan 3 kata kunci ini. Pertama adalah persiapan, kedua adalah persiapan dan ketiga adalah persiapan lagi. itu adalah ada suatu hal yang swangat mendasar yang bisa menentukan arah suatu pertempuran. tak peduli seberapa besar, kuat dan cepat lawan mu jika kau memiliki persiapan yang baik dan matang maka semuanya akan baik-baik saja.

kata persiapan ini rupanya lenyap dari perhatian kita. ya baik pemain, manajer dan IRFU sebagai badan pengurus rugby di indonesia. kita sepertinya sudah sadar bahwa divisi 3 a5n tournament ini adalah turnament yang beda dari turnamen yang pernah dijalani oleh timnas rugby indonesia (rhinos) akan tetapi gagal mengantisipasinya dengan persiapan yang matang.

dan Yudha Ramon ini adalah salah seorang yang terbodoh yang ada dengan tidak mempersiapkan dirinya secara layak dan pantas untuk kegiatan turnamen ini. satu tahun gue lewatkan dengan tidak serius. hari demi hari terbuang dengan percuma dan baru sadar bahwa sudah saatnya untuk meningkatkan stamina pada 4 minggu terakhir sebelum hari pertama seleksi timnas. baru pada 1 bulan terakhir gue mulai mengangkat pantat besar gue untuk lari. dan itu sepertinya sudah terlambat. walaupun akhirnya gue berhasil secara sedikit meningkatkan stamina dan bentuk tubuh, tetapi itu sepertinya tidak cukup untuk berlaga di turnament kelas ini

akhirnya seluruh tim dikumpulkan di UPH karawaci tanggerang. ada 36 orang yang dikumpulkan, walau hanya 34 yang datang pada hari pertama. mereka didatangkan dari seluruh indonesia untuk disaring menjadi squad inti timnas indonesia. kita di inapkan di apartement matahari dengan segala problematika yang ada. dari 36 orang ini terdiri dari orang asli indonesia, orang asing yang sudah 3 tahun di indonesia atau orang asing yang bapak atau ibunya adalah orang indonesia mereka semua adalah orang yang layak untuk membela Indonesia berdasarkan aturan IRB (international Rugby Board), entah apa motivasi mereka untuk bermain di timnas indonesia, namun kita telah dikumpulkan dalam wadah yang akan membawa nama Indonesia dikancah international.

hari pertama sudah di hajar dengan lari. gue bener-bener kaget. joging yang selama ini gue lakukan selama 4 minggu itu tidak pernah berhubungan dengan kata "sprint" dan "ball control" serta kata "akselerasi". gue bener-bener shock dengan kegiatan itu. berulang kali gue harus berlutu dan bahkan jatuh terlentang guena mencuri sedikit nafas agar bisa terus. gue bener-bener merasakan pedihnya sebagai orang yang "tidak fit" dalam kompetisi menuju anggota timnas ini. di poin itu gue adalah seorang yang sangat tidak diperhitungkan menjadi anggota timnas. baru kali itu gue merasakan tuhan itu ada... karena pada saat itu gue merasa tuhan akan memanggil gue ke sisinya... napas senen kamis dengan badan yang mati rasa diseluruh tubuh. ahhhh kenangan buruk jilid pertama.

latihan pagi berlangsung jam 10 sampai jam 12 siang, terdiri dari 3 sesi. 30 menit pertama adalah pemanasan, langsung disambut dengan 40 menit sesi latihan inti, istirahat 10 menit dan 40 menit sesi latihan inti dua. sesi lapemanasan dan latihan inti satu sudah membuat gue mau pingsan. untung sesi dua awan putih menyelimuti bumi menghalai sinar matahari memancarkan teriknya, dan akhirnya gue berhasil melewatinya dengan selamat. untung latihan sore yang berlangsung dari jam 4 sampai jam 6 sore tidak begitu banyak sprint dan akselerasi, tapi tetep saja sangat menyiksa... setelah itu. jam 10 sampai jam12 dan jam 4 sampai jam 6 sore adalah jam neraka buat hari-hari yang menydihkan di UPH... god know i hate that place......

gue rasa itu adalah disebabkan karena gue tidak mempersiapkan diri gue dengan layak untuk test tersebut. satu tahun kedepan adalah masa gue untuk persiapan diri gue... satu tahun kedepan adalah kesempatan gue untuk tidak mengulangi sakit hati gue di manila tahun ini... satu tahun..... persiapan, persiapan, persiapan......

To Be Continued