Pemilu Indonesia bisa dibilang suatu peristiwa yang aneh... terkadang mencerminkan sifat dan kekerdilan jiwa mereka yang bertarung di dalamnya... walaupun saya yakin ada beberapa calon yang memiliki intregitas dan kompetensi untuk maju dan menjadi wakil rakyat.
semalem ada berita tentang salah satu kampanye yang dilakukan oleh partai yang sudah lama berkecimpung di politik Indonesia. si caleg merangkap jurkam itu berkata dengan lantang barkata "saya akan selalu membela rakyat kecil oleh sebab itu pilihlah partai saya".
Apakah ada yang aneh dari kalimat itu... mungkin sebagian besar orang merasa kalimat itu wajar... "wajar" karena sudah dipakai oleh hampir semua Caleg yang berpartisipasi di ajang ini. tapi mari kita tela'ah lagi arti kata rakyat kecil atau wong cilik ini.
Rakyat kecil sudah di asosiasikan sebagai mereka yang miskin, tertindas, terhina, bodoh dan hidup dibawah standart yang ada. mereka yang jika tinggal di perkotaan, rumah mereka adalah pemandangan jelek di antara beton yang megah dan indah, atau jadi pembantu rumah tangga atau bedinde di rumah-rumah orang berada, supir metromini yang kerjanya menghalangi mobil orang saat ngetem sehingga disumpahi rame2 dan masih banyak lagi.
bagi mereka yang tinggal di perdesaan. rakyat kecil adalah mayoritas dan hampir memenuhi 100 % penghuni pedesaan. mereka yang bodoh selalu di tipu jika ada BLT, mereka yang di bodohi karena pupuk yang susah didapat, mereka yang di bodohi dalam pembangunan infrastruktur pedesaan, merka yang dibodohi biaya pendidikan sehingga anak2nya tidak sekolah.... saking sering di bodohi apakah mereka ini bodoh bener atau sangat-sangat bodoh....
itu adalah terminologi asal2an saya tentang wong cilik atau rakyat kecil ini. karena kebodohannya mereka dan ketidak mampuan mereka mereka harus di bela, harus di lindungi dan di bimbing. dan siapa yang mampu melakukan itu semua... tak lain adalah para "rakyat Besar" yang nyalon jadi anggota dewaan yang terhormat.
inilah politik hebat Indonesia.... mencari dukungan dengan menghina dan merendahkan para pemilih, menganalgikan pemilih sebagai kaum yang tak dapat memperjuangkan nasibnya sendiri dan hanya bisa dibela oleh Rakyat Besar.... sehingga mereka harus memilih rakyat besar.
tidak ada kata rakyat kecil dalam kamus saya, atau di terjamahkan jadi wong cilik. yang ada adalah rakyat Indonesia yang sama harkat dan martabatnya, yang sama hak dan kewajibannya, yang sama dalam tugas dan tanggung jawabnya di Republik Indonesia.... siapa memangnya mereka mengkerdilkan rakyatnya sendiri, menganggap rakyatnya kecil, cilik, sehingga membutuhkan rakyat besar untuk membelanya.
jika saja mereka yang duduk di legislatif dan eksekutif melakukan tugasnya dengan benar. sesuai dengan kewajiban dan tanggung jawabnya, maka tidak perlu ada rakyat yang dibela, karena rakyat indonesia sudah sejahtera, adil dan sentosa.
Jangan pilih wakil yang mengkerdilkan rakyatnya sendiri.
Gusur
4/april/09
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment